Modifikasi Toyota Kijang : Girl Power

10 February 2013 Viewed 33,350 times

Jakarta, BosMobil.com - Eris Ernawati sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat mengerti dirinya. Baru saja mengenyam pendidikan di bangku kuliah, ia sudah ditawari sang Ayah untuk membeli mobil. Belum lagi dukungan sang kakak yang membantu mewujudkan tunggangannya menjadi sebuah mobil yang begitu istimewa.

Toyota Kijang Modifikasi

“Waktu jaman pertama-tama kuliah, bokap nawarin gw beli mobil buat ke kampus tapi dengan budget 70 jutaan. Klo beli mobil baru dah pasti gak bakalan dapet, klo beli sedan gak cocok sama gw-nya, karena kepribadian gw tomboy. Langsung aja gw minta beliin bokap mobil Toyota Kijang, kebetulan bokap juga suka sama Toyota Kijang, kata dia gak ribet perawatannya. Selang berapa bulan, Toyota Kijang yang gw mimpiin dapet dengan kondisi yang standar abis, karena pemiliknya bapak-bapak. Begitu Toyota Kijang sudah serah terima, mulai modifikasi pelan-pelan dibantu sang kakak,” curhat Eriz Eiz (sapaa akrab wanita berjilbab ini).

Toyota Kijang Modifikasi

Elegant Simple

Modifikasi bergaya elegant jadi pilihan Eriz Eiz untuk menggrap Toyota Kijang lansiran 1996 ini. Namun berhubung si eneng yang satu ini pakai untuk harian, jadi arahnya tetap fungsionalitas. “Simple saja karena ini buat harian, intinya biar enak diliat juga. Gw gak suka yang ribet-ribet,” sahut cewe yang telah sukses menjadi Sarjana Teknik.

Toyota Kijang Modifikasi

Dalam menggarap eksterior, Eriz Eiz dan sang kakak masih tetap mempertahankan warna Toyota Kijang yang ada di STNK. Hanya saja duet maut ini menyegarkan kembali catnya dengan warna biru langit. Tetapi bagian jendela dibiarkan bening. “Jadi gw juga biar eksis diliat orang pake Toyota Kijang, gak kaya cewe sekarang minta dibeliin mobil baru,” ucap cewe yang mengaku dirinya jomblo.

Toyota Kijang Modifikasi

Toyota Kijang Modifikasi

Ceper, Velg Celup, Coak Sasis

Sektor kaki-kaki jadi perhatian khusus Eriz Eiz dalam menindaklanjuti gairah modifikasinya. Untuk mengejar velg tenggelam ke dalam fender, dilakukan proses modifikasi deck. “Deck depan dinaikin 10 cm dan deck belakang naik 5 cm,” ungkap Eriz Eiz yang beberapa kali menyabet gelar Best Lady Owner di beberapa kontes modifikasi dengan Toyota Kijang-nya.

Toyota Kijang Modifikasi

Pilihan velg jatuh kepada velg E-Class 16 inci lantaran Eriz Eiz ingin Toyota Kijang-nya aman diajak jalan jauh atau touring bersama teman-teman club-nya. Tetapi perlu dilakukan perlakuan khusus agar velg tersebut bisa ‘nempel’ di Toyota Kijang, yaitu custom PCD.

Toyota Kijang Modifikasi

Sementara beberapa siasat dilakukan untuk mengakali mobil yang ceper namun masih nyaman dipakai harian. “Sasis dan under excel di per belakang gue coak, serta custom shockbreaker depan dan belakang,” ucap cewe tomboy ini.

Toyota Kijang Modifikasi

Kabin Lebih Lega

Di Interior, Toyota Kijang ini kembali diberi sentuhan modifikasi. Jok dilapisi kulit, kemudian jok di baris tengah dimundurkan utuk menambah kelegaan ruang di baris kedua. Jadi jok belakang dikorbankan, lalu difungsikan sebagai tempat sistem audio. Lalu ditambahkan sunroof untuk menambah kesan berkelas.

Toyota Kijang Modifikasi

Toyota Kijang Modifikasi

Toyota Kijang Modifikasi

Tembus 152,2 dB

Ketomboyan Eriz Eiz berlanjut pada pemilihan sistem audio pada Toyota Kijang-nya yang menganut aliran Sound Pressure Level (SPL). “SPL gw pilih lantaran biar sangar dan gak banyak makan tempat tentunya. Cuma boks slot dah cukup,” ujar Eriz Eiz.

Toyota Kijang Modifikasi

Racikan sistem audio dimulai dari sumber suara yang bermula pada head unit berabel JVC sepaket speaker depan 2-way. Ditambah 2 unit subwoofer 12 inci berabel Visonik yang terbungkus rapih oleh boks dengan port yang super besar. Kemudian driver dioptimalkan oleh 2 unit power monoblok  dan 1 unit power 4-channel. Alhasil getaran frekuensi suara menyentuh angka yang fantastis yaitu 152,2 dB.

Toyota Kijang Modifikasi

Teks/edit/foto : riyan/daniel/riyan

Tags Under: Audio

total_phantom
Delapan satu 81 DS HID

Comments

Back to Top

venom audio 2012
venom audio 2012