Sang Petarung SQ Modifikasi Suzuki Aerio SQ

22 October 2010 Viewed 25,437 times

Setelah lumayan banyak mengulas berbagai mobil modifikasi, baik dari elegan, racing sampai dengan modifikasi audio yang menyangkut car sound system, sepertinya nga salah kalau BosMobil juga ikutan unjuk gigi melihatkan salah satu modifikasinya yang masih tergolong ringan namun penuh dengan cita rasa tersendiri.


Tapi jangan salah tanggap dulu yah, karena cita rasa yang dimaksud pada modifikasi Suzuki Aerio lansiran 2002 ini bukan menyangkut makanan looh … Namun cita rasa mengenai kualitas modifikasi sound system yang diinstal pada tubuh Suzuki Aerio kepunyaan bang Oland ini. Meski bukan yang terbaik dalam kelasnya, namun “si cupu” yang merupakan panggilan sayang bang Oland untuk Aerionya itu telah lumayan meorehkan hasil diberbagai kontes car audio yang cukup bergengsi. Contohnya pada saat kontes audio ACC di Surabaya yang meraih juara pertama. Setelah itu kontes EMMA audioblast yang diadakan di Ancol beberapa waktu lalu, yang berhasil mengaet peringkat ke tiga di 2 kelas sekaligus yaitu, kelas 30 dan juga 60 juta. Dan yang baru-baru ini pada saat gelaran GT-Radial Fun Rally yang berhasil merajai 3 kelas sekaligus.



Cerita mengenai audio pada Aerio yang merupakan garapan audio workshop di kawasan Serpong, Revealing Sound memang telah diset khusus untuk bermain dikelas sound quality yang juga kelas kegemaran bang Oland selaku pecinta audio. Nah, untuk lebih detail masuk ke instalasi soundnya, kita simak aja pembahasan ringannya .

 

 

 

Sound Dress Up :

Untuk mewujudkan hasil vocal atau suara yang berkelas, Ricky sebagai pungawa Revealing Sound juga telah memperhitungkan secara matang apa-apa saja yang akan diterapkan pada Aerio ini. Salah satu contohnya adalah pilihan head unit dari Alpine 9861E yang turut digandeng dengan perangkat processornya PXAH701 dan kemudian dikolaborasikan juga dengan speaker 3 way Audible Physics yang dapat mengakumulasi suara dengan baik. Tak ketinggalan juga 1 unit ampilifier LM audio 5 channel sebagai penguat signal suaranya.



Piranti berikutnya yang tak kalah wajib diaplikasikan adalah subwoofer yang memiliki tugas untuk mengeluarkan low sound atau tekanan suara rendah. Untuk itu Ricky sebagai head project dari si cupu Aerio ini mempercayakan 1 unit subwoofer keluaran Hertz yang memiliki diameter 10” dan diletakan di bagian kabin belakang.

Dalam hal pemetaan atau tata ruangnya juga sangat diperhatikan guna mendapatkan staging imaging yang maksimal. Oleh karena itu semuanya telah diatur sedemikian rupa, seperti guna mendapatkan bunyi atau suara yang dalam, maka panempatan midbass diaplikasi dengan mengunakan metode kick panel yang berada di bawah kaki pengendara dan penumpang. Sedangkan untuk mengsingkronisasikan dengan perangkat tweeter dan midrangenya yang sebelumnya telah diletakan di samping atas dashboard atau biasa dikenal dengan pilar A, maka posisi midbass juga diatur agar lebih simetris.


Sentuhan terakhirnya untuk urusan audio berada di setingan x-overnya, sedangkan untuk tweeter sengaja dibuat passif agar suara yang keluar lebih sempurna. Nah untuk menyempurnakan susunan audio yang tertanan di sekujur kabin Aerio milik bang Oland itu, maka finishingnya adalah dengan melapisi ulang semua interior kabin dengan lapisan kulit dari MB-Tech Cammaro yang dikerjakan oleh Vinnci. Untuk sedikit menghidupkan suasan si cupu, maka lapisan kulitnya dibuat two tone yang memadukan warna oranye dan hitam, hasilnya cukup sempurna bukan ?


Eiiitt … tidak hanya sampai tahap instalasi audio saja, untuk meremajakan Aerio ini, bang Oland juga melakukan sentuhan ringan di sektor tampilannya seperti pemasangan pelek berdiameter 17” keluaran ADVANTI yang berwarna hitam dan dibalut dengan si kulit bundar GT Radial 205/45/R17. Tamapilan si cupu kian mantab dengan pemasangan HID lamp 6000K plus projector angle eye. Kalau untuk urusan bodynya, Anda bisa liat sendiri lapisan wrap sticer yang terukir tulisan Bosmobil.com.

Tester sound :


Bukan hanya mobil audio lainya yang turut di rasakan oleh team BosMobil mengenai kualitas suaranya, bahkan untuk maskapai Bosmobil sendiri juga ikutan dites. Mengingat Aerio masuk dalam jajaran kelas SQ saat kontes, maka pengetesan yang dilakukan juga juga wajib menggunakan CD khusus yang selalu dilakukan sebagai penilaian suara terhadap perangkat audionya.


Sesi pertama ada di penilaian sound stagenya yang mengambil dari segi lebar panggungnya. Lebar panggung yang dimiliki si cupu dirasa cukup persisi sehingga dapat menghasilkan sisi kedalaman yang sangat optimal. Pada segi imagingnya, terlihat sangat baik karena fokus yang luar biasa, separasi yang terbilang cukup jelas dan juga layering yang sangat baik. Untuk akurasi Tonal suaranya yang dihasilkan dari highnya sangat detail namun sedikti over tapi tak terlalu terasa.

Masuk ke overall spectral balance, dalam segi ini ada kecenderungan supply daya sedikit lemah namun saat masuk kepenilaian listening pleasurenya yang merupakan keseluruhan dari system audio yang tertanam di Aerio ini terasa cukup bagus. Vocal yang dihasilkan terasa sangat rata hampir tidak ada ketimpangan antara suara yang dihasilkan.

Uji Dengar CD EMMA 2009/2010 :
-    Pada track ke 6 dan 16, imaging layernya sangat jelas, dimana penyanyi utama seakan center dan choirnya sejajar berdiri tepat dibelakang mulai dari posisi left center sampai right centernya.
-    Di track 15 dan 20, tonal dari kick drum, gitar bass, dan juga simbal drum sangat dinamis dan open namun tidak bright.

Data & Fakta :
Exterior :half body wrap sticker (white) by wiensticker, HID lamp 6000K + projector angle eye by DS HID. Interior : full custom MB Tech Cammaro by Vinnci. ICE (audio) & Security :HU- Alpine DVA 9861e, Processor: Alpine PXA 701, Speaker: 3 way Audible Physics + custom passive x-over, Subwoofer: Hertz 10', Amplifier: LM audio 5 channel, Perkabelan: Eichtmann (speaker), Deuleund (RCA), Supernova (optik). Wheels: ADVANTI black 17. Tyres: GT RADIAL 205/45/R17.

 

Teks/foto : *stan
 

Tags Under: Audio

total_phantom
Delapan satu 81 DS HID

Comments

Back to Top